CEO Philips Gerard Kleisterlee

11 Aug 2011

CEO Philips Gerard Kleisterlee
by Bagus Ramadhan Wibowo
Management Development Program 2 PT Bank Bukopin
Based on Ujang Sumarwan Marketing Class Lecture of Graduate Program of Management and Business Bogor Agricultural University (MB-IPB)
http://ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id/ + http://ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id/category/sumarwans-books/ Pemasaran Strategik

Gerard Kleisterlee

Gerard Kleisterlee

Pada suatu kesempatan Gerard Kleisterlee seorang CEO Philips mengisi acara CEO Exchange memberikan dua kalimat inspiratif bagi saya yaitu jangan biarkan orang lain mendikte anda dan membuat anda mengorbankan apa yang menurut anda benar. Kalimat lainnya yang membuat saya mengagumi dirinya adalah dia mengatakan selalu ada jalan untuk melakukan sesuatu. Kedua hal tersebut membuat audiensnya mendapat spirit dari seorang CEO Philips.

Pada modul Manajemen Pemasaran, menurut Kasali (1998) segmentasi adalah suatu proses pengelompokan pasar (yang heterogen) ke dalam kelompok pelanggan potensial, yang memiliki kesamaan kebutuhan dan/ atau karakter,dan memberkan respons yang sama dalam membelanjakan uangnya. Pada acara tersebut Kleisterlee mengungkapkan jika anda ingin menggunakan lampu buatan Cina dengan kualitas biasa saja dan harga murah silahkan, tapi jika ingin kualitas bagus yang memiliki jam hidup lampu lebih lama dengan harga mahal, silahkan memilih Philips. Semua keputusan ada di tangan konsumer. Kleisterlee memilih segmen konsumennya dari gaya hidup yang mengutamakan kualitas serta sesuatu yang memliki nilai lebih, baik dari bentuknya dan sesuai dengan kepribadiannya.

Targeting
pada perusahaan Philips adalah masyarkat yang melek akan teknologi dan masyarakat yang menyukai design dari suatu produk. Positioning adalah cara yang dilakukan oleh pemasaran untuk membangun citra atau identitas di benak konsumen untuk produk tertentu (dalam hal ini adalah Philips). Philips menciptakan suatu citra produk yang berkualitas dan design menarik, serta eksklusifitas.

Persaingan pada perusahaan Philips adalah pendatang baru dalam dunia elektronik, terdapat barang subsitusi sebagai pengganti produk Philips, pemasok dari bahan produksi untuk Philips menjadi produsen sendiri yang memproduksi barang elektronik, pembeli produksi Philips akhirnya menjadi penjual karena ada pembelian jumlah besar.
philips-logo
Diferensiasi merek menurut Sumarwan (2009,27) merupakan tindakan merancang serangkaian keunikan yang bermakna untuk membedakan tawaran perusahaan dengan para pesaingnya. Karena merek yang kuat meningkatkan evaluasi positif dari kualitas produknya, menjaga kesigapan produknya agar tetap pda level yang tinggi, dam memberikan citra yang konsisten atau personalitiy brand. Pada hal ini Philips menggunakan tema Sense dan Simplicity dengan memberikan inovasi inovasi baru dalam produknya yang salah satunya adalah di bidang medis. Philips memiliki rumah sakit untuk penderita ambient, dimana terdapat MRI atau CAT bagi pasien yang membutuhkanya. Philips juga menciptakan inovasi inovasi baru di bidang alat alat elektronik rumah tangga, yang bertujuan dirancang untuk menyulap image produk yang mudah digunakan dan mudah untuk mata.

Strategi Product menurut Sumarwan dkk (2009,13) terdapat tiga tipe yang Philips gunakan, antara lain adalah diferensiasi dan product postioning, branding dan strategi brand management, serta brand dan strategi product line. Dimana ketiga tipe tersebut memiliki karakteristik karaktersitik yang membuat Philips semakin berbeda dengan produk lainnya.

phillips-light

phillips-light

Price strategi yang digunakan Philips adalah market based pricing. Sumarwan dkk (2005,59) menjelaskan bahwa market based pricing dimulai dengan pemahaman yang baik tentang kebutuhan pelanggan dan keuntungan yang ditawarkan sebuah produk dibandingkan produk kompetitor. Berdasarkan keuntungan pelanggan, maka harga ditetapkan dengan mempertimbangkan daya saing agar tercipta nilai yang superior. Pada acara CEO Exchange, Kleisterlee menyinggung bahwa produknya lebih baik dibandingkan produk Cina yang beredar.

Philps company

Philps company


Philips menggunakan tiga saluran distribusi untuk menyalurkan produknya, yaitu distribusi intensif, selektif, dan ekslusif. Distribusi intensif dilakukan oleh Philips yang menjual barang nya melalu pengecer sebanyak banyaknya untuk mendekati dan mencapai konsumen, seperti di setiap mall yang ada disuatu negara. Semua ini dimaksudkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan konsumen. Kedua, distribusi selektif yang berusaha memilih suatu jumlah pedagang besar yang terbatas dalam suatu daerah geograifs. Distribusi selektif digunakan untuk pemasaran produk baru sreta dimaksdukan untuk meniadakan penyalur yang tidak menguntungkan serta meningkatkan volume penjualan dengan jumlah transaksi terbatas. Terkahir adalah distribusi selektif yang dilakukan dengan hanya mengguanakan satu pedagang besar dalam daerah pasar tertentu. Tujuannya adalah kemudahan dalam pengawasan dan keuntungan karena banyak pembeli yang membeli padanya langsung. Contohnya pada acara tersebut Philips memiliki rumah sakit di beberapa negara yang sudah menggunakan teknologi terbarunya.

Philips lifestyle

Philips lifestyle

Promosi yang dilakukan Philips menggunakan periklanan, promosi penjualan, dan personal selling. Philips menggunakan periklanan karena dapat membangun citra dalam jangka panjang untuk suatu produk atau penggerak penjualan yang cepat, serta mempengaruhi pendapat atau perilaku publik yang menjadi sasaran. Promosi penjualan juga dilakukan Philips dengan komunikasi, insentif, dan invitasi yang berguna untuk pengaruh jangka pendek yang bertujuan untuk penawaran dan menaikkan penjualan. Personal selling digunakan Philips untuk membangun preferensi, keyakinan, dan aksi pembeli.


TAGS marketing CEO Philips Gerard Kleisterlee


-

Author

Follow Me