Semakin Banyak Perempuan Merokok

3 Nov 2009

123498074_624975f584

Jangan dikira, persepsi merokok akan menghilangkan stres hanya dimiliki laki-laki. Banyak juga wanita yang percaya dengan persepsi salah tersebut. Riset terbaru menunjukkan, 88 persen wanita muda Indonesia adalah perokok.

Berdasarkan studi yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah perempuan perokok di negara berkembang terus meningkat. Tahun 1990 disebutkan, dari 77 persen perokok, 11 persen adalah perempuan.
Data mengenai perilaku remaja dan wanita di Jakarta dan Sumatera Barat itu dipublikasikan Koalisi untuk Indonesia Sehat (KuIs), bertepatan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang tahun ini bertema “Tobacco Free Youth”. Melibatkan 3.040 responden berusia 13-25 tahun, sebanyak 50 persen responden tinggal di Jakarta dan sisanya di kabupaten Pariaman dan Bukittinggi, Sumbar.

Riset KuIs yang baru mencakup sebagian kecil wilayah Indonesia itu melaporkan, sebanyak 7,18 persen remaja dan perempuan muda pernah merokok 11-100 batang. Bahkan, 4,06 persen dari 3.040 remaja telah mengisap rokok lebih dari 100 batang.

Mengapa mereka merokok? Berdasarkan riset tersebut terungkap, 54,59 persen remaja dan perempuan muda merokok karena ingin mengurangi ketegangan dan stres. Lainnya beralasan untuk santai (29,36 persen), untuk pertemanan sebagaimana dilakukan pria (12,84 persen), dan agar diterima dalam kelompok (0,92 persen). Perkembangan pola konsumerisme menjadi penyebab banyaknya perempuan merokok. Pola konsumerisme ini membangun gaya hidup seolah-olah rokok menjadi simbol modernisme.

Peringatan tentang bahaya merokok tidak pernah berhenti dikampanyekan, tetapi seiring dengan itu perusahaan rokok pun tak kalah gencar dan agresif membuat iklan untuk mengikat perokok sekaligus menarik perokok baru. Riset menunjukkan, 92,86 persen remaja putri melihat iklan rokok di televisi dan poster (70,63 persen).

Padahal bukti-bukti ilmiah mengenai bahaya rokok sangat banyak. Seperti juga laki-laki yang merokok, perempuan yang merokok tinggi risikonya terkena kanker, penyakit jantung, dan penyakit paru-paru. Perempuan perokok juga menghadapi risiko yang berkaitan dengan fungsi reproduksinya, yakni berkurangnya kesuburan, terganggunya siklus menstruasi, serta risiko melahirkan bayi dengan berat tubuh lebih rendah.

Buat para perempuan-perempuan lebih baik stop ngerokok dari pada nyesel pas tua nanti atau ya.. coba dikurangi. komen yuuuu


TAGS


-

Author

Follow Me